Jumat, 26 Oktober 2012

Nilai Kehidupan


Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.

Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.

“Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini,” katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.

Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. “Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini.”

Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, “Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya.”

Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, “Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini.”

Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, “Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain”.

Segera timbul kesadaran baru. “Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain”.

Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.



Nilai moral:
Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri.


Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.


Maka, jangan melayani perasaan negatif. Usir segera. Biasakan memelihara pikiran positif, sikap positif, dan tindakan positif. Dengan demikian kita akan menjalani kehidupan ini penuh dengan syukur, semangat, dan sukses luar biasa!


Sumber : andriewongso.com

Rabu, 25 April 2012

Seutas Tali dan Sebatang Ranting


Tersebutlah kisah seutas tali yang senang bepergian. Suatu hari di dalam hutan ia temukan sebatang ranting dengan daunnya yang hijau dan bunga kuncup yang semakin memperindahnya, talipun menghampiri kemudian bertanya :
"Kenapa kau terbaring disini ranting ?"
"Aku jatuh dari pohonku karena angin yang kencang, dan aku tak memiliki kekuatan untuk dapat kembali" jawab ranting dengan suara lirih.
Talipun merasa kasihan dan akhirnya talipun membantu ranting untuk berdiri dengan menyimpulkan tali pada tubuh ranting "Aku yang akan menjagamu" begitulah tutur tali.

Haripun berganti dan bulan demi bulanpun berlalu, Tali semakin menyayangi ranting dan rantingpun semakin merasa berharga karena tali selalu membuatnya merasa luar biasa. Tali begitu menyayangi ranting hingga semakin ia kuatkan ikatannya,Tali berjanji untuk tidak melepaskan ranting, namun tali tak menyadari ...

"Tali mengapa kau mengikatku semakin erat" tanya ranting
"Karena aku begitu mencintaimu, aku memiliki banyak harapan padamu dan banyak mimpi - mimpiku yang ingin kugapai bersamamu" jawab tali
Rantingpun tersenyum mendengarnya.

Sampai tibalah suatu hari, ketika ikatan kuat tali itu akhirnya mematahkan ranting. Talipun menangis memanggil manggil ranting namun ranting diam seribu bahasa seolah ia tak peduli..

Semilir angin berhembus, dalam bayangan kabut ia melihat sosok ranting tersenyum padanya dan berkata "Tali, terima kasih telah mencintaiku..namun ada satu hal yang ingin kukatakan sejak dulu namun tak berani kuungkap padamu, Tali..semakin kau kuatkan ikatanmu semakin kau menyakitiku..berbulan - bulan kucoba tuk menahan sakit itu karena aku tahu kau lakukan itu karena cintamu padaku..tapi kau lupa Tali, cintamu itulah yang membunuhku, keegoanmu tuk memilikiku yang menghancurkanku dan harapan serta mimpimu itulah yang mematahkanku"

Ketika telaga mata telah mengering
dan gunung hati telah membeku..

Tatkala masa takkan mampu menggulirkan waktu
dan zaman takkan mampu menggantikan hati..

Dikala segala yang terjadi yang telah terlewati
terlanjur tuk disesali
dan terlambat tuk disadari..

Biarkan ia berlalu
seperti angin yang berhembus
Izinkan ia tenggelam
seperti mentari yang kembali ke peraduannya

Untukmu Tali... Janganlah kau patahkan rantingmu
^_^
 

Sumber:

Senin, 19 Maret 2012

Ombak Besar, Ombak Kecil

Alkisah, di tengah samudra yang luas, saat air laut pasang, tampak ombak besar bergulung-gulung dengan gemuruh suaranya yang menggelegar, seakan ingin menyatakan keberadaan dirinya yang besar dan gagah perkasa.

Sementara itu, jauh di belakang gelombang ombak besar, terdengar gemericik suara ombak kecil bersusah payah mengikuti jejak si ombak besar. Tertatih-tatih, mengekor hempasan ombak besar. Si ombak kecil merasa dirinya begitu kecil, lemah, tidak berdaya, dan tersisih di belakang. Sungguh, terasa menyakitkan.
Dengan suaranya yang lemah, kurang percaya diri, ombak kecil bertanya kepada ombak besar. Maka sayup-sayup, terdengar serangkaian percakapan di antara mereka.

“Hai ombak besar…! Aku ingin bertanya kepadamu…!! Mengapa engkau begitu besar, begitu kuat, dan gagah perkasa? Sementara lihatlah diriku… begitu kecil, lemah, dan tidak berdaya. Aku ingin seperti kamu!”
Ombak besar pun menjawab, “Sahabatku, kamu mengganggap dirimu kecil dan tidak berdaya. Sebaliknya, kamu mengganggap aku begitu hebat dan luar biasa. Anggapanmu itu muncul karena kamu belum sadar dan belum mengerti jati dirimu yang sebenarnya!”

“Jati diri? Kalau jati diriku bukan ombak kecil, lalu apa…?” timpal ombak kecil.
Ombak besar meneruskan, “Memang di antara kita terasa berbeda, tetapi sebenarnya jati diri kita adalah sama! Kamu bukan ombak kecil, aku pun juga bukan ombak besar. Ombak kecil dan ombak besar adalah sifat kita yang sementara. Jati diri kita yang sejati adalah air. Bila kamu bisa menyadari bahwa kita sama-sama air, maka kamu tidak akan menderita lagi. Kamu adalah air, setiap waktu kamu bisa menikmati menjadi ombak besar seperti aku: kuat, gagah, dan perkasa.”

Netter yang Luar Biasa!
Sebagai manusia, sering kali kita terjebak dalam kebimbangan akibat situasi sulit yang kita hadapi. Yang sesungguhnya, itu hanyalah pernak-pernik atau tahapan dalam perjalanan kehidupan. Seringkali kita memvonis (keadaan itu) sebagai suratan takdir, lalu muncullah mitos: “Aku tidak beruntung”, “Nasibku jelek”, “Aku orang gagal”. Bahkan ada yang menganggap kondisi tersebut sebagai bentuk ketidakadilan Tuhan!

Dengan memahami bahwa jati diri kita adalah sama-sama manusia, tidak ada alasan untuk merasa kecil dan kerdil dibandingkan dengan orang lain. Karena sesungguhnya, kesuksesan, kesejahteraan, dan kebahagiaan bukan monopoli orang-orang tertentu. Jika orang lain bisa sukses, kita pun juga bisa sukses!

Kesadaran tentang jati diri, bila telah ditemukan, maka di dalam diri kita akan timbul daya dorong dan semangat hidup yang penuh gairah; sedahsyat ombak besar di samudra nan luas, siap menghadapi setiap tantangan dan mengembangkan potensi terbaik demi menapaki puncak tangga kesuksesan.


Sumber:
http://aleezadyandra.wordpress.com/2012/01/09/ombak-besar-ombak-kecil/#more-16
 

Kamis, 09 Februari 2012

Tak Seindah Pandangan Mata

Teruntuk:
"Yang sudah menemukan, dan yang masih mencari."

Teks Orisinil dalam bahasa Melayu belum disadur kedalam bahasa apapun. Kita terkadang lupa, tak ada salahnya saling mengingatkan. Mungkin terlalu lena atau terlalu menganggap bahwa semua itu adalah wajar.  Atau mungkin karena ego di relung jiwa tengah bercongkol semakin hebatnya. Mari sisakan waktu, sejenak memusahabahkan.  Mengoreksi kembali apakah kita termasuk salah satu diantaranya...^^


"Beautiful Life"
 
Pada suatu hari di sekolah, seorang murid bertanya kepada gurunya.  Ketika itu guru tersebut sedang mengajar mengenai kasih sayang.

Pelajar              :  “Cikgu, macam mana kita nak pilih seseorang yang terbaik sebagai orang yang paling kita sayang? Macam mana juga kasih sayang itu nak berkekalan?”

Cikgu                 :  “Ok kamu ikut apa yang saya suruh.  Kamu pergi kepadang.  Kamu berjalan di atas rumputsambil memandang rumput di depan kamu.  Piling yang PALING cantik tanpa menoleh kebelakang lagi walau skali.  Dan petik rumput yang PALING cantik, bawa ke kelas”.

Apabila pelajar tersebut pulang ke kelas, tiada sehelai rumput pun ditangannya. “Cikgu bertanya, kenapa tiada rumput yang dipilih?”

Pelajar              :  “Tadi masa saya berjalan, saya carilah rumput yang [aling cantik.  Memang ada banyak yang cantik tapi Cikgu kata petik yang paling cantik, maka saya pun terus berjalan ke depan sambil mencari yang paling cantik tanpa menoleh ke belakang lagi.  Tapi sampai dipehujung padang, saya tak jumpa pun yang paling cantik.  Mungkin ada diantara yang di belakang tadi rumput yang paling cantiktapi dah Cikgu cakap tak boleh menoleh ke belakang semula, jadi tiadalah rumput yang boleh saya petik.”

Cikgu     :               “Yaitulah jawapannya.  Maknanya apabila kita telah berjumpa dengan seseorang yang kita sayang, janganlah kita mencari lagi yang lebih baik dari itu.  Kita patut hargai orang yang berada di depan kita sebaik-baiknya.  Jangan kita menoleh kebelakang lagi karana yang berlaku tetap dah berlaku.  Semoga yang berlalu tidak berulang lagi.  Dan ingatlah orang yang paling kita sayang itulah orang yang paling cantik dan paling baik.  Walaupun nak ikutkan banyak lagi yang cantik dan baik seperti rumput tadi……"


The End

Selasa, 07 Februari 2012

Percakapan Bayi Dengan Tuhan Sebelum Lahir Ke Dunia

Suatu ketika..seorang bayi siap dilahirkan ke dunia, menjelang diturunkan ... Dia bertanya kepada TUHAN :
Bayi : "para malaikat di sini mengatakan, bahwa besok engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi....bagaimana cara saya hidup di sana,saya begitu kecil dan lemah"
TUHAN : "aku telah memilih satu malaikat untukmu..ia akan menjaga dan mengasihimu"
Bayi : "tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa ini cukup bagi saya untuk bahagia"
TUHAN : "malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan lebih berbahagia"
Bayi : "dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?"
TUHAN : "malaikatmu akan mengajarkan..bagaimana cara kamu berdoa"
Bayi : "saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat,siapa yang akan melindungi saya"?
TUHAN : "malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun"
Bayi : "tapi saya akan bersedih karena tidak melihat engkau lagi"
TUHAN : "malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaku, walaupun sesungguhnya aku selalu berada di sisimu"
Saat itu surga begitu tenangnya...sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya
Bayi : "TUHAN..........jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahuku, siapa nama malaikat di rumahku nanti"?
TUHAN : "kamu dapat memanggil nama malaikatmu itu...... I B U ..."
Kenanglah ibu yang menyayangimu..
Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi...
Ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu..

Ingatkah engkau..ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu?
Dan ingatkan engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit...
Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan..
Kembalilah...mohon maaf...pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu..
Jangan biarkan kau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang,ketika ibu telah tiada...
Tak ada lagi di depan pintu yang menyambut kita...,tak ada lagi senyuman indah...tanda bahagia..
Yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya..yang ada hanyalah baju yang digantung di lemarinya..
Tak ada lagi..dan tak akan ada lagi.. Yang akan meneteskan air mata mendo'akanmu disetiap hembusan nafasnya.. Pulang..dan kembalilah segera...peluklah ibu yang selalu menyayangimu..Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya..

Senin, 05 Desember 2011

Sahabat 120 Hari

Hai teman-teman perkenalkan namaku sel darah merah, tetapi teman-teman aku biasa memanggilku eritrasit. Aku memiliki ciri-ciri sebagai berikut : Aku berbentuk bikonfrang tdak bernukleus, berdiameter 6-8 um dan memiliki ketebalan 2 um. Bentuk tubuhku selalu berubah-rubah seperti saat aku berjalan berjalan-jalan melewati kapiler-kapiler, saking seringnya aku melewati kapiler-kapiler mereka menjukiku sebagai kantung yang plin plan kerena aku sering berubah-rubah bentuk. Teman-teman mau tahu nggak sih … sebenarnya aku itu di lahirkan di sumsum tulang merah, dan prosesnya itu disebut eritrpoesis. Di dalam sumsum tulang merahaku di produksi sebanyak 2.000.000 / detik loh … Waah … waah … waah .. ternyata banyak juga yaa ….. mau tahu ngaksi, pda saat usiaku menginjak satu minggu aku sudah bisa dikatakan dewasa. Aku sangat berterimah kasih kepada sel punca dengan melalui refikulosit karena dia sudah membatu ku dalam proses pendewasaanku.

Ehm…..ehm…. teman-teman perkenalkan ini sahabat terbaik ku,namanya hemoglobin.  Aku dan hemoglobin sudah bersama sejak aku dilahirkan.  Sahabatku ini adalah pigmen (metaloprotein) yang memberi warna pada diriku ini, sehingga aku berwarna merah.  Di dalam tubuh sahabatku (hemoglobin) terdiri dari protein (globin) dan pigmen non protein (heme).  Setiap hari heme ini berikatan dengan rantai polipeptida yang mengandung besi. 

Setiap hari aku dan hemoglobin bekerja mengambil oksigen dari paru-paru dan membentuk oksi hemoglobin.  Setiap harinya ku dan sahabatku mengunjungi seluruh jaringan tubuh.  Walaupun kami sering merasa lelah, tetap saja pekerjaan itu harus kami lakukan demi kelangsungan hidup majikan kami.

Saat aku berada dalam tegangan di dalam pembuluh darah yang sempit, ketika aku memberi oksigen aku akan melepaskan ATP, ATP akan membuat dinding jaringan berelaksas dan melebar sehingga perjalananku tidak terhambat.  Disaat aku mengalami proses lisis oleh pathogen atau bakteri hemoglobin akan membelah dan menolongku dengan cara melepaskan radikal bebas.  Sehingga radikal tersebut akan menghancurkan dinding dan membran sel pathogen, dan membunuhnya.  Teman-teman tahu nggak..? aku memiliki nuclei tapi sayangnya hanya ada pada hewan mamalia saja.  Tapi nuclei itu akan hilang pada saat menginjak kedewasaan.  Selain hal itu, aku kehilangan anggota tubuhku yaitu mitokondria.  Aku tidak memiliki DNA dan tidak dapat mensintesa RNA, sehingga aku tidak bisa membelah diriku sendiri.

Setelah aku mencapai usia tuaku, yaitu lebih kurang 120 hari aku dirombak oleh hati dan limpa.  Di dalam hatiku sahabatku (hemoglobin) di ubah menjadi zat warna empedu yang berwarna kehijau-hijauan.  Zat warna empedu berguna untuk membentuk emulsi lemak.  Zat ini dikeluarkan ke saluran empedu dan bermuara di usus.  Namun zat besi, yang terdapat di dalam tubuh sahabatku tidak dikeluarkan,melainkan digunakan lagi untuk memebuat diriku yang baru.  Aku sangat senang bisa mengunjungi seluruh jaringan tubuh bersama sahabatku, walaupun hanya sebatas 120 hari…..

Inilah cerita petualanganku selama 120 hari…. Terima kasih teman-teman karena sudah mengikuti kisahku.

Hallo my frend, perkenalkan namaku adalah sel darah merah, panggil saja aku (eritrasit ) hobi aku suka trvelling ke organ tubuh manusia gitu dech …! ! !
Mau tau gak ceritanya ?
Kalu mau tau. Yupps ikuti perjalanan ku selama 120 hari.

Sebelum aku menceritakan pejalanan aku selama 120 hari, aku akan memberitahukan ciri-ciri tubuhku berdea meter 6-8 um dan ketebalan tubuhku 2 um dan aku juga berbentuk bionkaf dan tidak berintik dan betuk aku selalu berubah-rubah loh …… apalagi di saat aku melewati kapiler-kapiler makanya aku dianggap sebagai kantung yang dapat berubah menjadi berbagai bentuk.

Hebatkan yah aku …. Dan aku dibentuk oleh susum tulang merah yang disebut eritropoesis. Akan tetapi, saat masih dalam kandungan aku dibentuk oleh hati dan limpa.
Aku diproduksi sebanyak 2.000.000/ detik, Wah … wah … wah banggakan ??
Oh ya teman-teman pada masa embrio aku dibetuk dihati, jadi saat usiaku sudah menginjak satu minggu aku sudah bisa dikatan dewasa, yang membantu aku dalam proses pendewasaan adalah sel punca melalui retikulosit.

Ya ampun aku lupa perkenalkan ini sahabatku sejak lahir.
Namanya hemogiobin, dia adalah protein hemen yang memberi warna pada diriku dalam tubuh hemagbin terdiri dari piagmen (Siobin) aan piagmen non protein (heme) dari homo ini berkaitan dengan rantai polipep tidak yang mengandung besi (Fez+). 

Aku dan hemogiobin suka wara wiri keseluruh jaringan tubuh, selain itu, kamimengangkut korbon aloksida (Co2) ke paru-paru dan menjaga perkembangan atom dari basa. Aku juga melepaskan senjava S – nitrosotriol yang juga berpungsi untuk melancarkan pembulu darah. 

Aku sangat berterima kasih kepada kepada hemoglobin karena dia telah membantuku dalam proses lisis oleh pathogen atau bakteri, dan dia telah membantuku  mengantarkan oksigen.

Aku aku sangat penting dalam tubuh manusia loh .. , jadi manusia berutang budi sama aku nih.

Wajar saja jika organ tubuh manusia kekurangan aku dalam tubuhnya sangat mudah terkena penyakit anemia ( kekurangan sel darah merah).

Capek juga yah jadi aku, suka wara wiri. Tapi itulah tugasku, biarpun melelahkan namun aku bisa menolong orang diseluruh dunia ini. Ehm …perlu kawan ketahui aku tidak memiliki DNA dan tidak dapat mensetesa RNA sehingga aku tidak bisa membelah diri ku sendiri, ternyata aku juga mempunyai kekurangan.

Setelah aku berumur  kurang lebih 120 hari aku akan rusak, aku harus berpisah dengan sahabatku karena hemogonin di ubah menjadi pigmen empedu (bilirubin) dan ekspresikan hati ke empedu.

Dia sangat bahagia bisa wara wiri bersama sahabatku hemoglobin walau hanya 120 hari.

Inilah cerita perjalananku selama 120 hari, terima kasih sahabatku, aku akan kembali jika zat besi (Fez+) menolongku dan membantuku.

Senin, 24 Oktober 2011

Cerpen Inspiratif : Warna Persahabatan……..

Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar Semua menganggap dirinyalah yang terbaik yang paling penting yang paling bermanfaat yang paling disukai.

HIJAU          : (berkata)”Jelas akulah yang terpenting. Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan. Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan. Tanpa aku, semua hewan akan mati. Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas…”
BIRU            : (menginterupsi) “Kamu hanya berpikir tentang bumi, pertimbangkanlah langit dan samudra luas. Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan awan mengambil kekuatan dari kedalaman lautan. Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan. Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa”.
KUNING     : (cekikikan). “Kalian semua serius amat sih? Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia. Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning. Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum. Tanpa aku, dunia tidak ada kesenangan.”
ORANYE     : (menyusul dengan meniupkan trompetnya) “Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan. Aku jarang, tetapi aku berharga karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia. Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan pepaya. Aku tidak ada dimana-mana setiap saat, tetapi aku mengisi lazuardi saat fajar atau saat matahari terbenam. Keindahankubegitu menakjubkan hingga tak seorangpun dari kalian akan terbetik di pikiran orang.”
MERAH       :  (tidak bisa diam lebih lama dan berteriak). “Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah – darah kehidupan! Aku adalah warna bahaya dan keberanian. Aku berani untuk bertempur demi suatu kausa. Aku membawa api ke dalam darah. Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan. Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah, poinsentia dan bunga poppy.”
UNGU          : (bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu)/ Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan. “Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan. Raja, Pemimpin dan para Uskup memilih aku sebagai pertanda otoritas dan kebijaksanaan. Tidak seorangpun menentangku. Mereka mendengarkan dan menuruti kehendakku."

NILA            : (berbicara lebih pelan dari yang lainnya, namun dengan kekuatan niat yang sama). “Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam. Kalian jarang memperhatikan daku, namun tanpaku kalian semua menjadi dangkal. Aku merepresentasikan pemikiran dan refleksi, matahari terbenam dan kedalaman laut. Kalian membutuhkan aku untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan ketentraman batin.”
Jadi, semua warna terus menyombongkan diri, masing-masing yakin akan superioritas dirinya. Perdebatan mereka menjadi semakin keras. Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan. Guruh menggelegar. Hujan mulai turun tanpa ampun. Warna-warna bersedeku bersama ketakutan, berdekatan satu sama lain mencari ketenangan., masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama dalam kedamaian.

Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara :
“WARNA-WARNA TOLOL, kalian bertengkar satu sama lain, masing-masing ingin mendominasi yang lain. Tidakkah kalian tahu bahwa kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus, unik dan berbeda? Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!” Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati hujan, yang kemudian berkata :
“Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur
Pelangi adalah pertanda Harapan hari esok.”
Jadi, setiap kali HUJAN deras menotok membasahi dunia,
dan saat Pelangi memunculkan diri di angkasa marilah kita
MENGINGAT untuk selalu MENGHARGAI satu sama lain.
MASING-MASING KITA MEMPUNYAI SESUATU YANG UNIK KITA SEMUA DIBERIKAN KELEBIHAN UNTUK MEMBUAT PERUBAHAN DI DUNIA DAN SAAT KITA MENYADARI PEMBERIAN ITU, LEWAT KEKUATAN VISI KITA,
KITA MEMPEROLEH KEMAMPUAN UNTUK MEMBENTUK MASA DEPAN ….

Persahabatan itu bagaikan pelangi :
Merah bagaikan buah apel, terasa manis di dalamnya.
Jingga bagaikan kobaran api yang tak akan pernah padam.
Kuning bagaikan mentari yang menyinari hari-hari kita.
Hijau bagaikan tanaman yang tumbuh subur.
Biru bagaikan air jernih alami.
Ungu bagaikan kuntum bunga yang merekah.
Nila-lembayung bagaikan mimpi-mimpi yang mengisi kalbu